Senin, 20 Mei 2013
mawong
mawong/halimawong/alimawong adalah kata dalam bahasa lampung untuk kata harimau.halimawong termasuk hewan yang di anggap penting dan tidak bisa di abaikan dalam sejarah masyarakat suku lampung itu sendiri.mawong di anggap sebagai lambang ksatria,gagah,pemberani.dan dalam sejarah sejarah lama baik dalam cerita rakyat berupa WARAHAN maupun keseharian halimawong adalah sesuatu yg menempati posisi yang penting dan unik.yang selalu ada sebagai sesuatu yang magic.misal cerita tentang skala bhra yakni cerita tentang suatu peradaban tua nusantara yakni tempat asal suku lampung yakni di sekitar danau ranau,seminung dan pesagi.sekegerumong raja/ratu terakhir adalah seorang penunggang harimau.seperti yang di lukiskan dalam novel perempuan penunggang harimau yang bersumber dari warahan yang di buku kan dan di perkaya dengan imajinasi penulis.dan banyak lagi lainnya.masyaraklat dahulu orang orang saktinya di bilang tunggangannya jika di darat adalah halimawong/alimawong/mawong(harimau)jika di air adalah buaya jika di udara adalah kenui(rajawali)
langkok
langkok dalam suku/bangsa lampung adalah sebutan kata yang di nisbatkan pada seseorang yang memiliki kesktian yang biasanya kekebalan adalah ciri khas yang menonjolnya di samping ia memiliki keaklian pincak atau silik/silek lampung/lappung.dalam tataran keseharian masyarakat lampung terutama krui khususnya(tanah kelahiran penulis)kata kata langkok tidak asing lagi dalam pergaulan masyarakat nya terhusus orang orang yang berkecimpung atau terlibat langsung dalam dunia martial art nya suku/bangsa ini
pendikakh lampung
PENDIKAKH adalah sebutan ksatria dalam suku bangsa lampung.yakni seseorang yang memiliki tingkat ilmu beladiri yang tinggi.dalam masyarakat juga dikenal dalam istilah lain yakni JAGUK,JUWAKHA,LANGKOK,dsb.namun khusus untuk kata pendikakh kata yang merujuk pada seseorang yang memiliki tingkat keahlian bela diri tertinggi.disana tlah termaktup jaguk,juwakha,langkok,hibta,sakti,dsb.maka untuk mendapat gelar ini sangat sulit yakni memang tlah terbukti baik melalui tes dalam pergaulan adat maupun masyarakat.dalam perkembangaan suku bangsa ini selalu ada pendikakh2 yang selalu menjadi icon.pendikakh2 inilah yang menjadi pelindung,pengayom dan penjaga kelangsungan bangsa ini.biasa nya tiap kelompok marga,buay atau tiyuh pada jaman dahulu bahkan hingga kini selalu ada para pendikakh yang siap mengabdikan jiwa raga bahkan apa saja yang ia bisa untuk kelangsungan mereka
KONFEDERASI KESATUAN ADAT LAMPUNG.======
Sabtu, 28 April 2012
KONFEDERASI KESATUAN ADAT LAMPUNG
Oleh Diandra Natakembahang
Terbentuknya Keratuan Pemanggilan, Keratuan Di Puncak, Keratuan
Di Balau dan Keratuan Pugung setelah perpindahan dari Sekala Bekhak Pesagi adalah
masih pada era Keratuan Hindu Budha atau Zaman Tumi. Pada era Islam Keratuan Pugung terbagi menjadi Keratuan
Melinting dan Keratuan Darah Putih. Setelah berkembangnya Kebuwayan di Lampung, beberapa Buway
membentuk Konfederasi Adatnya masing masing namun dalam periodeisasi yang tidak
bersamaan. Sistem Kebuwayan adalah adalah berdasarkan genealogis, pada masa
kolonial dibentuklah Sistem Marga berdasarkan teritorial.
Paksi
Pak Sekala Bekhak
1. Paksi
Buway Bejalan Di Way di Kembahang
2. Paksi
Buway Nyerupa di Sukau
3. Paksi
Buway Pernong di Batu Brak
4. Paksi
Buway Belunguh di Belalau
Pubiyan
Telu Suku
1. Suku
Manyarakat keturunan Minak Patih Tuha
2. Suku
Tamba Pupus keturunan Minak Demang Lanca
3. Suku
Buku Jadi keturunan Minak Handak Hulu
Bandar Lima Way Lima
1. Marga
Putih
2. Marga
Badak
3. Marga
Limau
4. Marga
Pertiwi
5. Marga
Kelumbayan
Mego
Pak Tulang Bawang
1. Buway
Tegamoan
2. Buway
Umpu
3. Buway
Bulan
4. Buway
Aji
Sungkay Pitu Buway
1. Buway Semenguk
2. Buway Harrayap
3. Buway Liwa
4. Buway Selembasi
5. Buway Indor Gajah
6. Buway Perja
7. Buway Debintang
Sungkay Pitu Buway
1. Buway Semenguk
2. Buway Harrayap
3. Buway Liwa
4. Buway Selembasi
5. Buway Indor Gajah
6. Buway Perja
7. Buway Debintang
Marga
Telu Ranau
1. Marga
Banding Agung
2. Marga
Batang Ribu
3. Marga
Warkuk
Buway Lima Way Kanan
1. Buway
Bahuga
2. Buway
Pemuka
3. Buway
Baradatu
4. Buway
Barasakti
5. Buway
Semenguk
Bandar
Enom Semaka
1. Marga
Pematang Sawa
2. Marga
Negara Batin
3. Marga
Gunung Alip
4. Marga
Benawang
5. Marga
Belunguh
6. Marga
Ngarip
Abung
Siwo Mego
1. Buway
Subing
2. Buway
Nunyai
3. Buway
Nuban
4. Buway
Unyi
5. Buway
Kunang
6. Buway
Beliyuk
7. Buway
Selagai
8. Buway
Nyerupa
9. Buway
Anak Tuha
Marga
Enom Belas Krui
1. Marga
La’ai
2. Marga
Bandar
3. Marga
Pedada
4. Marga
Ngaras
5. Marga
Ngambur
6. Marga
Tenumbang
7. Marga
Bengkunat
8. Marga
Belimbing
9. Marga
Ulu Krui
10. Marga
Pasar Krui
11. Marga Way
Sindi
12. Marga Way
Napal
13. Marga
Pugung Penengahan
14. Marga
Pugung Tampak
15. Marga
Pugung Melaya
16. Marga
Pulau Pisang
Pitu Kepuhyangan Komering
1.
Kepuhyangan Semendaway keturunan Puyang
Ratu Sabibul
2.
Kepuhyangan
Maluway keturunan Puyang Kaipatih Kandil
3.
Kepuhyangan
Minanga keturunan Puyang Minak Ratu Damang Bing
4.
Kepuhyangan
Madang keturunan Puyang Umpu Sipadang
5.
Kepuhyangan
Pemuka Peliung
keturunan Puyang Minak Adipati
6.
Kepuhyangan
Bunga Mayang keturunan Puyang Jati Keramat
7.
Kepuhyangan
Mahanggin keturunan
Puyang Sibalakuang
Way Handak Marga Lima [Darah Putih]
1. Marga Ratu di Bitting
2. Marga Legun di Kesugihan
3. Marga Ketibung di Tanjungan
4. Marga Raja Basa di Pesisir
5. Marga Dantaran di Penengahan
Way Handak Marga Lima [Darah Putih]
1. Marga Ratu di Bitting
2. Marga Legun di Kesugihan
3. Marga Ketibung di Tanjungan
4. Marga Raja Basa di Pesisir
5. Marga Dantaran di Penengahan
Melinting
Tiyuh Pitu
1. Tiyuh
Wana
2. Tiyuh
Tebing
3. Tiyuh
Nibung
4. Tiyuh
Pempen
5. Tiyuh
Maringgai
6. Tiyuh
Ngeragung
7. Tiyuh
Tanjung Aji
Cikoneng
Pak Pekon
1. Pekon
Cikoneng
2. Pekon
Salatuhur
3. Pekon
Bojong
4. Pekon
Tegal
Tidak ada komentar:
Batin Budaya Poerba: KONFEDERASI KESATUAN ADAT LAMPUNG
Batin Budaya Poerba: KONFEDERASI KESATUAN ADAT LAMPUNG: Oleh Diandra Natakembahang Puyang dari Ulun Lampung menyebar secara bertahap dari Sekala Bekhak Pesagi keseluruh dataran Komerin...
Selasa, 14 Mei 2013
hal yang memalukan
ini kisah nyata,yang di alami penulis.petang menjelang malam tadi(14 mei 2013) di depan stadiun bola universitas sriwijaya inderalaya.penulis bersama amitz jolma ram ja da n adik adik peserta latihan LMA(lampung's martial art) jalan jalan sore ke unsri.sambil nonton bola n liat yang latihan SH terate.sebenarnya sie JJS(jalan jalan sore tadi belajar sambil bermain.yakni penulis sebagai "guru" dan yang lain yang menyertai sebagai"murid" tapi dalam suasana rilek n riang.saat petang menjelang adik2 yang lain sudah disuruh pulang tinggal kami(penulis n amitz jolma ram ja da)duduk duduk sambil menonton mahasiswa batak main bola n SH terate latihan.kami pun terlibat obrolan yang seru.saat peserta latihan SH sudah pulang kamipun pulang n iseng iseng aja mampir di warga SH yang masih tertinggal.dalam hati penulis sambil silaturahmi kan sama sama pencak silat.setelah bersalaman n ngobrol2 sebentar penulis merasa haus n nanya ada air minum gk,lau ada bagi dong dikit.he he he.sebenernya sie cuma untuk nge akrabpin diri aja.tapi si amitz meranai kumoring nyeletuk."dang jugo yai,ai ngeliyom ko bgawoh niku ja" yang di timbali penulis sambil nyengir.tapi anak Sh emang baik ada yang jawab "nah banyu minum abis galo,tinggal itulah"ketepatan yang megang botol tu jolma kumoring warga SH.lalu nyambung lah ngobrol ngalor ngidul bahasa RAM.berhubung udah petang bentar lagi malam warga yang lain pamit duluan.tinggallah kami berempat.penulis,amitz,efwin n faisal.terlibat pembicaraan seru tentang silat.sebener nya sie awal nya gk ada niat mo nunjukin pincak/silek/silik.tapi berhubung mereka bedua kolpah/puari.maka kita bebas berbicara dari hati kehati.tukar paham lah.penulis menayakan tentang berapa lama belajar di Sh n gmn sie yang di ajarkan.amitz lebih paten lagi nanya nya."kuti ganta radu warga,brani mak kuti amn di buru hulun pakai bosi,halau halau lijung mak wat".dsb dst.inti nya mereka mengatakan belajar nya lama ampe berbulan bulan bahkan bertahun tahun baru jadi warga.busyet lama buanget jawab penulis.kuti pandai mwt pincak jak tiyuh ram.asli bela diri ram nihan.mak uni ga bulajar.paling uni sebulan atau 40 rani.sina radu katutuk kunyinna.kebol bahkan seni pertunjukan untuk gawi adat.bosi(lading,candung,podang dsb)radu kunyi.khusus untuk bubalah/rigu.paling hanya 7 malam/pertemuan bahkan 3 kali saja coz satu kali pertemuan aja udah ada yg bisa di pake oleh murid.maka nya ada di kenal pincak pitu bingi.he he he lucu emang jolma/jerlma/jerma/jamma ram merantau tidak bisa bela diri asli tiyuh.tapi belajar yang lama buanget.to be continoue
Langganan:
Postingan (Atom)
