Senin, 29 April 2013

Pakar Etnik Lampung dari Negeri Sakura(Yoshie Yamazaki)

Yoshie Yamazaki
MESKIPUN berasal dari negeri nun jauh di sana (Jepang), sosok Yoshie Yamazaki begitu fasih berbicara tentang etnis Lampung. Baik dari filosofi hidup hingga produk budayanya.

Baginya, etnik Lampung merupakan suku bangsa yang demikian kuat menjaga harga diri, kehormatan, dan rasa malu atau lebih dikenal piil pusanggiri. Serta sifat keterbukaan kepada kaum pendatang atau nemui nyimah hingga kedua masyarakat dapat hidup harmonis berdampingan.

"Dalam antopologi, hal ini disebut koeksistensi. Di mana dua masyarakat berbeda kultur budaya dapat hidup saling berdampingan," kata Sensei Yamazaki, panggilan akrabnya.

Menurut dia, hal ini tak lepas dari keberadaan hukum adat etnik Lampung itu sendiri. Dalam hukum adat Lampung, kata dia, memungkinkan terjadinya perkawinan campuran antara penduduk asli Lampung dan etnik pendatang (luar Lampung). Setelah terjadi perkawinan secara adat, maka si pendatang dapat diterima menjadi bagian dari masyarakat adat Lampung.

Yamazaki berkesimpulan etnik Lampung sejak dahulu kala sudah memiliki tingkat peradaban yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari kelengkapan hukum adat, aksara, bahasa, hingga produk budaya yang bernilai tinggi, terutama dalam bidang tekstil. "Teknologi menenun tapis merupakan teknologi tinggi pada masanya," kata dia.

Perkenalan Profesor Comparative Religion and Religious Anthropology pada Tokyo University of Japan ini dengan etnik Lampung bermula pada awal 1980. Ketika itu dia terpaksa datang ke Lampung demi mendampingi sang suami, Akira Yamazaki. Kala itu, suaminya merupakan tenaga ahli pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung untuk kepentingan irigasi.

Dikatakan terpaksa, karena pada awalnya sang suami menetap sendirian di Lampung. Namun, karena tidak tahan hidup sendirian, Akira Yamazaki memboyong keluarganya di Jepang untuk tinggal di Lampung, termasuk Yoshie yang kala itu merupakan dosen sekaligus peneliti pada Kyoei University of Japan. "Agar bisa tinggal di Lampung saya mengajukan penelitian tentang etnik Lampung," ujarnya.

Sensei Yamazaki ketika itu mengambil judul Akulturasi dan Modernisasi Suku Bangsa Lampung. Setelah memperoleh restu dari pihak universitas, Yamazaki pun terbang ke Lampung. Karena metode penelitiannya bersifat intensif komprehensif, Yamazaki memilih Buwai Selagai pada masyarakat Abung Siwo Mego.

Penelitian ini berlangsung dalam waktu 1,5 tahun dan berakhir dengan selesainya masa tugas sang suami pada 1982. Namun, penelitian yang tak tuntas dan juga tak sempurna membuat dia penasaran.

Kecintaan Yamazaki terhadap etnik Lampung justru makin besar. Hingga akhirnya dia memohon kembali pada almamaternya untuk melakukan penelitian lanjutan selama dua tahun, terhitung sejak 1984 hingga 1986. "Saya sangat beruntung karena mendapatkan informan yang sangat kompeten hingga penelitian saya sempurna," kata dia.

Sosok informan yang dia maksud adalah tokoh tetua adat dari Buwai Selagai masyarakat Abung Siwo Mego, yakni Bapak Syahming bergelar Saripati Marga. Dalam proses penelitian ini, Yamazaki kerap pulang pergi Tanjungkarang Pusat?Way Rarem. Dari pagi hingga malam. Karena sifat penelitiannya yang intensif, Yamazaki mengupas seluk beluk adat Buwai Selagai secara utuh.

Di Jepang, penelitian ini ia publikasikan dalam sebuah buku yang diterbitkan oleh Tokyo University. Setelah menyelesaikan penelitiannya pada Buwai Selagai ditambah Buwai Nunya pada 1986, Yamazaki pun kembali ke negara asalnya.

Hampir sepuluh tahun lebih dia tak lagi bersentuhan dengan budaya Lampung. "Saya sempat kembali ke Lampung atas ajakan anak saya. Tapi itu kunjungan wisata dan bukan penelitian, jadi hanya sesaat saja," kata dia.

Pemda Harus Lestarikan Tekstil Lampung

KEUNGGULAN kualitas tekstil Lampung, menurut Yamazaki, terlihat dari dua buah buku bertitel Indonesian Tekstil terbitan New York yang sebagian besar didominasi oleh foto-foto tekstil Lampung. Baik berupa kain tapis atau kain inuh. Saat ini pun Yamazaki telah mengumpulkan beberapa tekstil Lampung.

Terakhir kali dia membeli kain sungkai seharga Rp10 juta untuk menjadi koleksi pribadi. Yamazaki berharap ada pihak, terutama pemerintah daerah, yang menaruh perhatian lebih terhadap pelestarian dan keberadaan tekstil Lampung.

Menurut dia, hasil kebudayaan itu akan berada pada masa kepunahan karena alat tradisional dan ahli tenunnya telah makin berkurang. "Sulit rasanya untuk memproduksi tekstil Lampung dengan kualitas sama pada zaman dahulu. Tetapi, hal ini tetap harus diupayakan," kata dia.

Dia mengingatkan di setiap peradaban tinggi umat manusia salah satu identitas yang mudah untuk dikenali adalah tekstil atau pakaian tradisional. Demikian halnya dengan produk ataupun identitas dari peradaban masyarakat Lampung yang menurutnya sudah berada pada level tinggi juga harus tetap terjaga keberadaannya.

"Wajar jika etnik Lampung itu kaya karena pada abad 17 atau 18 mereka menikmati harga lada tertinggi di dunia," kata dia.

Raih Penghargaan Peneliti Sosial 2010

TULISANNYA tentang masyarakat etnik Lampung ini mendapat perhatian mahasiswa asal Lampung, Admi Syarif. Admi merupakan dosen pada Universitas Lampung (Unila) yang tengah menempuh tugas belajar guna memperoleh gelar magister dan doktor di Jepang.

Admi terkagum-kagum dengan orang Jepang yang memiliki pengetahuan budaya Lampung, bahkan melebihi pengetahuannya sendiri tentang etnik Lampung.

Sekitar tahun 2005, mahasiswa yang menemuinya di Jepang ini telah menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian Unila. Ketika Admi menawarkan dirinya untuk kembali ke Lampung dalam rangka kerja sama penelitian antara Unila dan Kyoei University, Yamazaki pun mengamininya.

Dia terlibat dalam program pembuatan Kamus Bahasa Lampung dialek (O) serta penelitian sekaligus pembuatan film dokumenter tentang budaya tradisional masyarakat Lampung. Penelitian ini berbuah penghargaan penelitian sosial terbaik pada 2010 silam.

Saat ini, Yamazaki tengah menyusun sebuah proyek lanjutan tentang etnik Lampung, yaitu menulis buku tekstil Lampung. Hal ini membuat sosok kelahiran Chiba-ken, Jepang, pada 25 Mei 1946 kerap keliling Lampung untuk memburu beberapa produk tekstil Lampung klasik yang jumlahnya justru kian sedikit.

Berdasarkan penelusurannya, kain tapis Lampung bermutu tinggi kini berada di museum tekstil New York, Amerika Serikat. Dia menerangkan posisi kain tapis pada masyarakat etnik Lampung merupakan kain yang digunakan pada upacara adat atau begawi dan biasa.

Namun, pada 1980-an banyak pemburu barang antik dari luar negeri mencari kain tapis. Hal inilah yang membuat kain tapis bernilai tinggi. "Terlebih lagi teknologi kain ikat tusuk handak merupakan teknologi tinggi pada zamannya," kata dia. (ABDUL GAFUR/S-3)


BIODATA

Nama : Yoshie Yamazaki
Tempat, Tgl Lahir : Chiba-Ken, Jepang, 25 Mei 1946
Kebangsaan : Jepang
Jabatan : Profesor Dept of International Business Management Kyoei University of Japan
Spesialisasi : Studi perbandingan agama dan antropologi

Pendidikan
- 1978 : De Curse in The Dividion of Humanities, University of Tokyo (Major Comparative Religion)
- 1974 : M.A. in Division of Humanities University of Tokyo (Major Comparative Religion)
- 1970 : Special student in the Division Humanities Sciences Osaka University (Najor Sosiology)
- 1969 : B.A. in Tsuda College (Major English Literature).


Sumber:
Inspirasi, Lampung Post, Kamis, 17 Januari 2013

Wahrul Fauzi Silalahi
DIA dilahirkan dari keluarga petani kecil di Lampung Barat. Dengan modal niat dan logistik yang pas-pasan,pria ini meyakinkan langkahnya ke Bandar Lampung usai lulus SMA untuk meraih cita-citanya menjadi pejuang hukum.

Wahrul Fauzi Silalahi atau biasa dipanggil Fauzi adalah lulusan dari SMA Negeri 1 Liwa, Lampung Barat, pada 2004. Waktu itu dia diterima di Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila).

Sejak kecil, Fauzi memang bercita-cita ingin menjadi pejuang hukum. Karena keyakinannya itu, sampai saat ini ladang dan ruang geraknya dihabiskan untuk membela dan mengimplementasikan tujuan hidupnya, yaitu bermanfaat bagi orang lain.

Beruntung, sejak kecil dia sudah diajarkan hidup mandiri, hemat, dan kerja keras. Pengalaman organisasinya sebagai pemimpin di OSIS menjadikan Fauzi cepat keluar dari beragam masalah ekonomi yang mengimpitnya.

Saat kuliah, Fauzi sempat mengalami kesulitan biaya. Kiriman uang dari orang tuanya di kampung sering telat dan bahkan dia sampai tidak menerima kiriman uang bulanan. Padahal, Fauzi yang dilahirkan di Medan, Sumatera Utara, 31 Agustus 1986, harus memikirkan uang makan, uang kuliah

TRAPANG(KERIS LAMPUNG)

Keris


Keris sebagai Benda Upacara
Keris jenis ini biasanya tidak dipandang mamiliki kekuatan magis. Asal pemilikannya pun biasanya bukan merupakan warisan dari orang tua. Bentuknya biasanya merupakan sebuah keris yang indah, kadang berlapis logam mulia, mulai dari gagang hingga ke sarungnya. Tidak 0Jarang sarungnya diukir sedemikian rupa menyerupai ukiran barang-barang dari emas. Di dae¬rah Lampung keris ini disebut tekhapang/punduk keris yang indah seperti ini digunakan untuk upacara perkawinan dan dipakai oleh pengantin Aria, yang diselipkan di pinggang bagian depan atau dipegang dengan tangan kanan (berbeda dengan pengantin Jawa, keris diselipkan di pinggang bagian belakang/punggung).

Keris sebagai Bagian dari Kesenian
Dahulu menurut orang-orang tua, apabila nda kesenian silat orang memegang keris dalam pertunjukannya, di samping juga digunakannya tombak dan pedang. Keris yang digunakan untuk pertunjukan silat ini, biasanya tidak dipan¬dang memiliki kekuatan magis. Kini orang Lam¬pung dalam pertunjukan seperti ini tidak lagi Menggunakan keris.

Untuk melihat bagaimana cara pembuatan keris di daerah Lampung perlu penelitian lebih lanjut, karena:

1. Di daerah Lampung keris saat ini banyak di buat di Lampung Utara terutama di Tulangbawang udik.

2. Penggunaan keris di daerah Lampung, hanya merupakan benda pusaka, atau benda seni (sebagai benda kelengkapan upacara pernikahan dan seni pencak silat).

Sebagaimana diketahui bahwa keris yang ada di daerah Lampung banyak mendapat pengaruh dari daerah Jawa, hal ini dapat dimengerti ka¬rena dahulu daerah Jawa memiliki kerajaan-kerajaan besar. Sedang empu pembuat keris ketika itu merupakan penjual jasa bagi kebutuhan orang-orang/pembesar kerajaan, sedang empu dl Lampung banyak juga yang berasal dari meranjat (ogan Komering Ilir Sumatera Selatan) yaitu etnis Lampung Kayu Agung yang secara geografli sekarang meniadi wilayah Sumatera Selatan. Sampai kini ternyata keris masih dibuat oraw Lampung khususnya di Tulang Bawang Tengal (Lampung Utara).

Di daerah Jawa dikatakan bahwa bahan pembuatan keris meliputi besi, Baja, pamor yang berasal dari batu bintang (meteorit) atau nikel. Menurut informasi bahwa daya tahan panas batu meteorit dalam proses garap keris jauh lebih tahan. Pada temperatur tertentu in buah besi. tang dipanggang api akan luluh, tetapi sebuah meteorit yang lazim untuk pamor pada temperatur yang sama tidak luluh.

Pada dewasa ini di Lampung keris bukan lagi untuk senjata perang, tinggal fungsi lain yang masih lazim dikenal: Umpamanya, pelengkap pakaian adat tradisional, pelengkap upacara tradisional, pelengkap konsep hidup ideal sebagai apa yang disebut gagaman/peselok, pelengkap eksotisme lama dalam hidup zaman mo dern. Di Lampung dikenal ada konsep hidup lengkap bagi seorang pria dewasa, yaitu antar lain wisman (bulamban), tenangga, kukila (segokan), jama (istri) dan pemenah (pusaka).

Untuk melihat apakah konsep itu terpakai oleh masyarakat suku bangsa Lampung, secara tersamar, namun terlalu banyak variasi untuk mengatakan bahwa di daerah Lampung konsep tersebut juga berlaku, bahkan bukan tidak mungkin konsep itu tidak ada, karena secara tradisi Lampung secara setempat-setempat sedikit banyaknya ada perbedaan dengan tradisi yang berlaku secara umum. Namun demikian yang pasti setiap berbusana adat punduk/tekhapang harus hadir.

Sumber :
Fachruddin drs dkk, Senjata Tradisional Lampung, 1991/1992 , Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah Dan Nilai tradisional Bagian Proyek Inventarisasi Dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Daerah Lampung.

Foto : http://4.bp.blogspot.com

BUMIKU LAMPUNGKU

Minggu, 04 November 2012


BUMIKU LAMPUNGKU

lampung adalah provinsi yang terletak di ujung pulang Sumatra, atau pintu masuk ke pulau andalas,sebutan serambi Sumatra juga menjadi nama lain untuk provinsi lampung.

Lampung adalah salah satu provinsi yang memiliki beragam suku di dilihat dari segi tempat dan lokasi lampung yang merupakan pintu masuk kepulau Sumatra otomatis akan menjadi tempat persinggahan bagi para pendatang, dan juga masyarakat lampung yang juga ramah dan welcome membuat para pendatang merasa nyaman singgah dilampung.
Lampung memiliki semboyan SANG BUMI RUA JURAI menjadi semboyan yang baik untuk para pendatang, lampung juga memiliki beragam kesenian bahkan suku lampung dibagi menjadi 2 bagian yaitu lampung sai batin dan pepadun, dari segi dialeg juga memiliki 2 dialeg A dan O (API, DAN NYO) masyarakat lampung juga sangat menjunjung tinggi persatuan dan adat istiandat, bisa dilihat dari kebiasaan orang lampung yang sering sekali berbicara bahasa daerah dimna pun berada, meski dikramain skalipun, tidak itu saja bisa dilihat betapa kuat persatuan lampung saat ada acara berupa  hajat atau apapun orang lampung akan ramai-ramai saling membantu sampai terkadang lupa waktu, dan juga orang lampung sangat menghargai sesama suku lampung, krna jika sudah berbicara lampung meski tidak kenal orang lampung akan saling sapa dan berjabat tangan.
Lampung juga meiliki beagam tempat wisata yang menakjubkan dan indah diantanranya adalah taman safari gajah di way kambas, pantai lumba-lumba di teluk kiluan tanggamus, tempat surfing di krui lampung barat, air terjun waylaan di tanggamus,pasir putih di lampung selatan, lembah hijau di Bandar lampung dll.
Selain wisata lampung yang disebut juga kota gajah memiliki beragam kesenian dan makanan khas diatanya kesenian tari cangget, tari sembah dll, selain itu juga lampung memiliki kesenian pencak silat  lampung dan beragam festival diantaranya festifal Krakatau, festival teluk kiluan di kabupaten tanggamus.
Makanan khas dari masyarakat lampung ada berbagai ragam, diantaranya saruit,bebek gila,tempoyak dll
yang pastinya masyarakat lampung memiliki cirri khas dimakananya yaitu pedas.

berajak dari keindahan dan pesona dilampung, masyarakat lampung juga terkenal dengan pemberaninya dimanapun berada selamamasih menginjak bumi lampung masyarakat lampung akan terus menjadi number one tanpa mempedulikan dimana mereka berada, rasa persatuan dan pemberani ini yang kadang membuat orang lampung atau ulun lampung terkadang bergesekan dengan suku lain yang berada didaerah lampung, contoh dengan bali lampung tidak akan pernah harmonis karna sifat orang bali yang juga terkadang membuat kesal orang lampung, mereka terkadang mengusik ketenangan orang lampung, kejadian di sidomulyo agustus 2012 lalu juga menjadi bukti keditak harmonisan kedua suku.
tapi kejadian baru-baruini tepat tanggal 28 dan 29 oktober 2012 tepatnya didesa balinuraga waypanji kalianda lampung selatan membuat semua masyarakat gempar bentrok kedua suku yang berawal dari bentrok antar desa merembet menjadi antar suku lampung vs bali masyarakat bali yang mungkin juga cukup banyak yang berada dilampung tidak bisa menampung puluhan ribu bahkan ratusan ribu msyarakat lampung yang datang berbondong-bondong datang kedesa balinuraga untuk menyerang bali. Alhasil 12korban yang terdiri dari pria dewasa maupun orang tua menjadi korban, kalianda bak menjadi lautan api, ratusan rumah terbakar, puluhan korban,ribuan orang mengungsi adalah gambaran kecil dari kejadian balinuraga. Kalianda berdarah mungkin pas untuk sebutan saat itu.
bentrok berdarah tersebut juga harus melibatkan berbagai oknum POLRI maupun TNI, lebih dari 4000 personel gabungan dari polri dan tni harus dikerahkan, lebih parah lagi 3ssk harus dikluarkan oleh kapolri timur pradopo untuk mengamankan kerusuhan, bahkan pasukan dari berbagai daerah harus didatangkan dilampung.
masyarakat lampung yang sangat terkenal bersatu dan kompak membuat suku bali yang berada dilampung harus mengungsi. Pasukan dari berbagai daerah yang mengatas namakan lampung bersatu berkumpul dikalianda lampung untuk melakukan serangan ke kampong bali. Tokoh adat,tokoh agama,oknum polri dan tni tidak bisa berbuat bnyak karna masa mencapai +25000 orang.
mungkin bnyak orang yang menyamakan ini dengan kerusuhan sampit dulu antara dayak dan Madura.
bnyak juga yang menyebut orang lampung kejam dan jahat tanpa prikemanusian, tapi apapun itu kami mempertahankan tanah leluhur, tanah moyang,tanah yang ditinggalkan oleh pahlawan kami, tanah peninggalan raden intan. Tidak akan ada asap jika tidak ada api, orang lampung juga tidak gila, maen bunuh jika tidak ada salah.

andai para pendatang bisa menghormati kami sebagai tuan rumah, kami tidak akan mengusik kalian, bukan hanya bali.. jawa,sunda,banten,batak,Palembang,padang, apapun suku kalian kami akan hargai kami tidak akan usik selama kalian dibumi radden intan ini menghargai dan menghormati kami. Kami akan menghargai bahkan saling menjaga.
kebersamaan,rasa saling menjaga,persaudaraan sesama orang lampun mungkin membuat semua hal ini juga terjadi, melihat harga diri saudara terinjak-injak membuat masyarakat suku lampung geram.
suku lampung yang memiliki prinsip “PI’IL PESENGGIRI” memaksa suku lampung harus bertindak tegas terhadap pendatang. Piil pesenggiri atau harga diri yang lebih dari segala bagi orang lampung adlah hal yang tidak boleh diinjak” atau dilecehkan.
karna jika sudah membawa nama piil orang lampung akan bertindak apa saja, hal inilah yang membuat suku lampung terkadang gelap mata, karna piil atau harga diri ini.
suku lampung yang merasa tuan rumah merasa tersinggung atas perlakuan orang bali terhadap saudara mereka. Mungkin hal nyawa harus dibayar nyawa adalah salah satu hal yang biasa dipakai oleh ulun lampung,apa lgi jika pelakunya adalah berasal dari suku lain, ini akan menodai piil orang lampung yang terkenal sangat dipegang teguh.
siapa yang tidak marah jika anak cucu diusik oleh orang lain diganggu dirumah sendiri dibumi nenek moyang mereka,jika saja kita bisa saling menjaga mungkin hal ini tidak akan terjadi.
tappi semua sudah terjadi, apapun hal yang kita sesali sudah terjadi.
somaga kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk kita semua bukan hanya bali tapi semua suku yang ada dilampung, bahwa kesalahan kecil akan besar jika kita tidak saling menghargai dan saling menghormati dan saling menjaga bumi kami “SANG BUMI RUA JURAI” ini.
betapa indah jika kita saling bersama dan damai, lihat akibat kesalahan orang-orang yang menyulut kerusuhan, mereka yang tidak besalah menjadi korban.

sampai kapanpun selama masih kami berdarah lampung kami akan selalu teguh dan kuat mempertahankan tanah kami, tanah lampung yang kami cintai ini.
untukmu baktiku padamu lampungku.
semboyan ikam mak khabai matei (kami tidak takut mati) akan selalu kami junjung tinggi dan kami pertahankan sampai anak cucu kami.

untuk para kalian yang ingin datang kelampung tidak perlu kwatir dan risau kami akan selalu member senyuman kepda kalian, kami tidak akan mengusik ataupun menggangu.
kami cinta damai karna damai itu indah
J

sekian artikel yang saya buat soal tanah leluhurku,tanah kelahiranku,tanah moyangku,tanah yang ku cintai, LAMPUNGKU
damailah lampungku,tanahku,bumiku, terus dan tetap jayalah LAMPPUNGKU!!!!
kami bertahan karna kami mampu, kami ada karna kami bisa,  kami bangga menjadi suku lampung, suku yang akan terus menjaga persaudaraan,persatuan,kebersamaan antar sesama, kami kuat karna kami BERSATU UNTUK LAMPUNG!!!
Tetap junjung tinggi persaudaraan,persahabatan,dan saling bergandengan.
J

“AKIK MAK KHAM SAPA LAGI, AKIK MAK GANTA KAPAN LAGI”
GUAI LAMPUNGKU, IKAM SELALU NGEDOK UNTUK MEMPERTAHANKO NAMAMU NAMA LAMPUNG”
SAMPAI DARAH IKAM BELA, SAMPAI NAFAS IKAM BEKHADU,SAMPAI ANAK CUCU IKAM,SAMPAI KETUKHUNAN IKAM BELA, IKAM AKAN SELALU JADI ULUN LAMPUNG SAI MENCINTAIMU!!!
JAYALAH LAMPUNGKU!!! CINTAI LAMPUNG, TANAH SANG BUMI RUA JURAI INI.!!!

post by : RIFKI  รจ ULUN LAMPUNG ASLI
ARTIKEL INI DIBUAT ATAU DIKARANG LANGSUNG OLEH SAYA SENDIRI (RIFKI) PADA TANGGAL 31 OKTOBER 2012 DAN SELESAI PADA TANGGAL 2-NOVEMBER 2012. BAGI YANG INI MENGCOPY ATAU MENABAH ARTIKEL, HARUS ATAS IZIN PEMBUAT. TERIMA KASIH SEBELUMNYA.
ILMU ITU MAHAL, ILMU ITU BERHARGA, HARGAI KARYA ORANG LAIN. J

6 komentar:

  1. subjek yang anda tulis sangat berat mengangkat tentang kelampungan kita terutama PIIL PESENGGIRI.namun terasa renyah dan mudah di cermati karena kepiawaian anda merangkai kata.secara umum saya sepakat dengan tulisan ini nyak juga asli lampung,jak krui.saya disini hanya menambahkan.piil pesenggiri memaang benar tentang harga diri,tapi harga diri yang seperti manakah itulah yg belum tuntas di jabarkan dalam artikel ini sehingga menjadi sedikit bias dan akan mengundang multi prestasi oleh orang yg blum mengerti hakikat piil pesenggiri.piil pesenggiri dengan kelampungan itu sendiri tidak bisa di pisahkan.menjadi ruh dan raga yang saling keterkaitan
    Balas
  2. UNTUK LEBIH JELAS TENTANG PIIL PESENGGIRI KUNJUNGI OM GOOGLE,HE HE HE
    Balas
  3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
    Balas
  4. hahahaha.. iya" krui lampung barat yuu :)
    pemilik salah satu wisata surfing terbaik di indonesia

    salam hangat dari sikam jelma tanggamus:)

    trima kasih untuk koreksinya :)
    Balas
  5. Pemilik surfing dan diving kelas dunia masih ada di Bali, 2013 ini bnyak acara tngkat dunia yg akan diadakan di Bali cntohnya Miss World 2013 dan Konferensi PBB. Tetap damai untuk provinsi lampung yg lama kelamaan berubah julukan mnjadi Blangkon Sumatra karena daerah lampung sudh dipenuhi orng Jawa.

    TOLERANSI ITU INDAH
    Balas
  6. tdk akan pernah menjadi jawa karna lampung tetap lampung
    Balas

Minggu, 28 April 2013

beladiri asli suku lampung

beladiri asli suku lampung

bela diri asli suku lampung (traditional martial art of lampung ethnic)di sebut silEk lampung,silik lampung,dan pincak lampung.adapun perbedaannya dengan aliran pencak silat lain sangat kontras.yakni jika seni bela diri asli suku lampung baik dari gerakan maupun langkah tidak bertele tele dan lama lama.lebih efesien dan lebih efektif.waktu belajar yang relatif singkat
yang sangat menekankan pada aspek fisik,ruhani,mental.pradigma berfikir,kepahaman keberanian dan jiwa ksatria

keyword:

kecepatan
ketepatan
kesederhanaan
kepahaman
keberanian

    tar ya di lanjutin coz q ngantuk berat.

penulis:joni sepriyan(meranai lampung krui )
mahasiswajurusan manajemen universitas sriwijaya

beladiri asli suku lampung

bela diri asli suku lampung (traditional martial art of lampung ethnic)di sebut silEk lampung,silik lampung,dan pincak lampung.adapun perbedaannya dengan aliran pencak silat lain sangat kontras.yakni jika seni bela diri asli suku lampung baik dari gerakan maupun langkah tidak bertele tele dan lama lama.lebih efesien dan lebih efektif.waktu belajar yang relatif singkat
yang sangat menekankan pada aspek fisik,ruhani,mental.pradigma berfikir,kepahaman keberanian dan jiwa ksatria

keyword:

kecepatan
ketepatan
kesederhanaan
kepahaman
keberanian

    tar ya di lanjutin coz q ngantuk berat.

penulis:joni sepriyan(meranai lampung krui )
mahasiswajurusan manajemen universitas sriwijaya

BANGSA LAMPUNG ADALAH BANGSA BESAR

BANGSA LAMPUNG ADALAH BANGSA YANG BESAR
penulis:joni sepriyan

bangsa lampung adalah bangsa besar yang di tandai dengan besarnya jumlah suku ini yang termasuk rumpun suku besar di negara ini(indonesia).bangsa lampung adalah bangsa besar dan pernah besar peradabannya di nusantara.meski kini khasanah khasanah untuk mendukung klaim ini masih terserak namun tidak menyurutkan atau mengurangi keyakinan tentang hal ini.banyak referensi mengatakan bahwa bangsa yang pernah maju di tandai banyak hal.contoh angka,aksara/hurup dan ciri-ciri yang masih melekat lainnya baik dari sosial budaya masyarakat maupun dalam pandangan hidup dan karakter maupun arsitektur dsb.kekomplekan pembahasan tentang cakupan untuk mendukung argumen ini adalah samudera lautan petualangan yang tak bisa di jabarkan secara gamblang sendirian namun butuh banyak referensi,kajian,dan ekplorasi.semakin ditelisik semakin menguatkan kenyataan bahwa bangsa ini,adalah bangsa yang memenuhi kriteria tentang itu.sampai saat ini bangsa lampung adalah bangsa/suku yang memegang teguh prinsip prinsip kelampungannya.yang jika diarahkan pada suatu hal positif yang sesuai dengan yang di maksudkan tuntunan adat dalam falsafah falsafah bijaknya tentu akan sangat berdampak semakin menonjolkan cahaya keaguang suatu peradaban besar misterius itu.bangsa lampung berasal dari peradaban skala bhra jauh sebelum masehi

yang kemudian tersebar dalam tanoh lampung tanoh marga yang meliputi provinsi lampung,sebagian prov sumatera selatan,selatan bengkulu,dan enclave lainnya yakni cikoneng pak pekon provinsi lampung.menurut generasi2 awal peneliti tentang kerajaan/kedatuan sriwijaya yang dimuat dalam jurnal amerika.seriwijaya awal bermula dari suatu daerah disumatera bagian selatan(kini meliputi prov lampung,sumsel,jambi,bengkulu,babel)dipedalaman yg agak jauh dari palembang yakni di suatu daerah yang memiliki danau yang dilatari dua gunung.yakni danau ranau dan gunung seminung dan gunung pesagi.daerah yang di percayai oleh bangsa lampung sebagai wilayah sakral tempat awal bangsa lampung sebelum menyebar.baik yang mengikuti way/batanghari(air/sungai)krui,komering,waykanan,dst,mereka mengakui hal ini.dalam penelitian lama dalam bahasa asing dinyatakan jika orang lampung(pribumi)di tanya dari mana mereka berasal.maka mereka akan menunjukkan daerah ini sebagai asal daerah mereka.bangsa yang pernah besar dan maju juga di tandai dengan karakter masyarakatnya.sejarah mungkin bisa di manipulasi oleh rezim berkuasa namun tidak bisa menghapus hal fundamental yang melekat yang jadi kebanggakaannya.suku bangsa lampung adalah suku yang punya taatanan adat budaya yang tak terpisah dengan pemerintahan tradisionalnya.karena sesungguhnya pemangku adat sejatinya adalah pemangku pemerintahan.bukan seperti yang dimaknai kini oleh republik ini(NKRI).hingga kini pemerintahan adat sangat di junjung tinggi,didengarkan dan di hormati kaumnyajika adat budaya lampung benar benar di amalkan maka ada pemerintahan dalam pemerintahan.ini sebagai contoh bkn alasan pembenaran atau bermaksud provokasi hanya untuk mengggambarkan karakteristik bangsa ini.bentrok besar antar suku di indonesia yang sangat menjadi sorotan nasional dalam sejarah indonesia berdiri hingga sekarang hanya dua.pertama krusuhan dikalimantan yakni dayak vs madura.dua lampung vs bali.sebenarnya dua pristiwa ini tidak bisa disamakan sebab dalam kasus ini berbeda.jika lampung vs bali adalah soladaritas spontanitas karena dipicu oleh suatu yang tabu dan sakral bagi bangsa ini.yakni pelecehan seksual,darah yg trtumpah dizolimi dan nyawa dihilangkan dengan cara yang tidak beradab.reaksi spontan yg tidak terkoordinasi ini menjadi ledakan yang sangat mengguncang secara nasional bahkan gaungnya sampai mancanegara.bangsa ini adalah bangsa penyabar,cinta damai,dan sangat menjauhi sikap permusuhan bkn karena takut tapi menahan diri karena falsafah falsafah yang menjadi kearifan bangsa ini(bangsa lampung,red).namun jika semua cara masih tak bisa mengatasi keganasan bahkan mereka jadi korban reaksi nya tidak berlebihan bahkan jika bisa diselesaikan sendiri itu lebih baik.namun jika berhubungan dengan suatu yang sakral dan tabu (yakni masalah hrga diri secara adat dan agama)maka jika di ingatkan dengan baik malah makin ganas maka setiap individu dari bangsa ini tau apa yg harus mereka lakukan,yakni lawan!.cukuplah kiranya percakapan radin intan 2 ,pahlawan dari lampung dengan ibunya.saat kezaliman penjajah belanda merajalela di tanoh lampung.
radin intan 2:"apa ubat malu ibu ?"
ibu :"mati anak ku"
maka perang besarpun terjadi yang sangat merepotkan dan merugikan penjajah belanda.

Senin, 15 April 2013

kaitan antara suku LAMPUNG,BATAK,BUGIS

Meski mitologi masyarakat Lampung tidak menyebut Batak, justru mitologi Batak menyebut salah satu garis keturunan mereka melakukan migrasi ke Lampung. Isneini (Lampost, 23 Desember 2007) menulis bahwa masyarakat Batak terdiri dari Raja Batak yang bernama Toba, dengan dua adik bernama Lapung yang bermigrasi ke Lampung dan Sumatera Selatan dan Boni (Bone) yang bermigrasi ke Sulawesi Selatan.

Dalam buku Sejarah Daerah Lampung (1977), disebutkan bahwa orang Lampung adalah keturunan Ompu Silamponge (Silamponga) yang melakukan migrasi dari Tanah Batak setelah terjadinya gunung meletus yang mengakibatkan terbentuknya Danau Toba. Ompu Silamponge beserta rombongan berlayar dan terdampar di Pantai Krui. Mereka kemudian mendaki Gunung Pesagi, sebagian rombongan menuju Rejang Lebong dan Komering, sebagian lagi menetap di Sekala Brak. Asal kata Lampung diduga berasal dari nama Ompu Silamponge. Dugaan keterkaitan antara Batak dengan Lampung dapat dilacak dari beberapa kesamaan bentuk Aksara Batak dengan Aksara Lampung serta kesamaan sejumlah kata dalam Bahasa Batak dan Bahasa lampung. Meskipun kesamaan ini dapat diartikan bukan saling memengaruhi, tapi karena sama-sama berasal dari sumber aksara dan bahasa yang sama dan kemudian berkembang di wilayah masing-masing.